Konfrimasi Pelayanan Terbaru +62 877-4787-7491

Sabtu, 31 Agustus 2013

Ternyata Syekh Siti Jenar Tdk Dieksekusi Wali Songo


Judul buku : Ternyata Syekh Siti Jenar Tdk Dieksekusi Wali Songo
Pengarang : KH. M.Sholikhin 
Tahun :2011
Harga : 62.000
ISBN : 978-979-075-839-1

ontroversi mengenai Syekh Siti Jenar dari perspektif sejarah, memang wajar terjadi, bila dilihat dari posisi sosial-politik pada zamannya, posisi kewaliannya, serta keberagamaannya. Sebab, keterbukaan pemikirannya, beragamnya peran dalam satu pribadi, kemampuannya menyatukan bermacam perspektif dan sudut pandang keagamaan Syekh Siti Jenar yang futuristik, menyebabkan ia berada di titik luar mainstream agama dan politik pada masanya, hingga jauh menembus dan mencapai lompatan sejarah ke depan.

Buku ini memaparkan Syekh Siti Jenar merupakan mistikus Islam besar di Indonesia (Jawa) yang sebenarnya memiliki gagasan-gagasan spiritual mendalam. Ia banyak dipuja, sekaligus dicerca. Namun, semua itu justru semakin mengokohkannya sebagai tokoh makrifat yang mantap. Dewasa ini, baik kajian, penelitian, dan penulisan mengenai ajaran-ajarannya tampak semakin banyak dilakukan orang, dengan demikian, pandangan yang objektif tentu sangat diperlukan. Terkait objektivitas ini, perlu dipelajari dan ditelaah ajarannya secara langsung, yang dirujuk pada perkataan, ajaran, dan pengalaman Syekh Siti Jenar sendiri, serta beberapa hal yang dikemukakan oleh muridnya pada generasi pertama.

Buku ini hadir sebagai koreksi atas berbagai penulisan “Serat” dan “Babad” Jawa dalam penulisan Sejarah Syekh Siti Jenar. Di dalamnya terdapat paparan bahwa tuduhan kepada Syekh Siti Jenar yang menyebarkan aliran sesat tidaklah benar, dan juga bahwa Syekh Siti Jenar tidak mati karena vonis hukuman mati oleh Wali Songo karena ajarannya dianggap sesat, melainkan ia wafat dalam keadaan yang tenang.






Gambar tantangan reCAPTCHA
Dapatkan kata pengujian baru
Dapatkan kata pengujian berbentuk audio
Bantuan

Komentar Anda:

Belum ada komentar untuk produk ini.
Login untu

Perempuan; Kumpulan Cerita Pendek

Judul : Perempuan; Kumpulan Cerita Pendek
Pengarang : Mochtar Lubis
Harga : Rp 40.000,00
Penerbit : Yayasan Obor

INGKASAN :
  • “Apakah yang terasa ketika kita membaca tulisan Mochtar Lubis? Menurut saya: kedekatan, kepedulian tinggi, dan adanya rasa immediacy. Judul-judul cerita yang langsung dan lugas seperti “Perempuan,” “Semuanya Bisa Dibeli,” “Cerita Sebenarnya Mengapa Haji Jala Menggantung Diri,” “Untuk Peri Kemanusiaan,” “Pak Siman dan Bini-bininya,” atau “Lotre Haji Zakaria” dan lainnya, secara langsung memusat pada inti ceritanya. Tak ada yang lain. Inti cerita ini juga dapat dirujuk pada pengalaman hidup pengarang seperti dapat kita saksikan pada “kampung kami di Sumatera,” “kebun karet ayah di Kerinci,” “ketika ayahku dahulu menjabat demang di Kerinci itu” (“Lotre Haji Zakaria”) yang menunjuk dan merujuk kehidupan pribadi pengarangnya.”

Rabu, 28 Agustus 2013

Berkelana Dalam Rimba

Berkelana Dalam Rimba 
Pengarang : Muchtar Lubis
Penerbit : Yayasan Obor
Harga : 63,000
Tebal : 14,5 x 21 cm; xii + 186 hlm.
ISBN : 979-461-404-1

Jalan Tak Ada Ujung

 Pengarang : Mochtar Lubis
- Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
- Tebal buku : vi + 167 hlm.
= Harga : 30.000 

- Kelebihan buku : ceritanya seperti benar-benar realis, penggambaran tokoh tidak secara langsung tapi sangat jelas perbedaan antara tokoh satu dengan tokoh lain. Settingnya dibuat sedetil mungkin.
Keterangan : Cetakan pertama Balai Pustaka, 1952
Cetakan ke-1 Yayasan Obor Indonesia, April 1992
Cetakan ke-4 Yayasan Obor Indonesia, Januari 2001

Kutipan Buku:
Hujan gerimis menambah senja lekas menggelap. Guntur menghempas-hempas di ujung langit, dan cahaya kilat memancar-mancar. Terang yang ditimbulknnya amat cepatdiganti oleh gelap yang lebih pekat. Jalan-jalan kosong dan sepi. Beberapa orang bergegas lari dari hujan. Dan lari dari ancaman yang telah lama memeluk seluruh kota.
Sebuah truk penuh berisi serdadu-serdadu bermuka keras menderu di atas jalan-jalan yang kosong. Patrol yang membelok ke kanan, terus, ke kiri, ke kanan, terus, dan terus, terus di jalan-jalan yang sunyi, kosong dan sepi. Jalan dalam malam hujan gerimis gelap, jalan berliku tidak ha
bis-habisnya. Jalan tak ada ujung.

Selasa, 27 Agustus 2013

Ekologi Sastra Lakon Teater Indonesia

Judul: Ekologi Sastra Lakon Indonesia
Penulis: Jakob Sumardjo
Penerbit: Kelir
Halaman: 178 Hal
Harga: Rp.36.000
Sinopsis:
Buku ini Ekologi Sastra Lakon Indonesia isinya tentang:
- Lakon-lakon Zaman Kolonial (1900-1942)
- Lakon-lakon Zaman Jepang (1942-1945)
- Lakon-lakon Zaman Revolusi (1945-1949)
- Lakon-lakon Zaman Demokrasi Liberal (1950-1959)
- Lakon-lakon Zaman Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
- Lakon-lakon Zaman Orde Baru (1966-1998)

Air Mata Membara

Judul: Air Mata Membara (kumpulan Puisi Juniarso Ridwan)
Penulis: Juniarso Ridwan
Penerbit: Kelir
Tahun: 2004
Halaman: 74 Hal
Harga: Rp. 16.500

Akar Budaya Indonesia Masyarakat Peramu

Masyarakat Peramu
Judul: Akar Budaya Indonesia: Masyarakat Peramu
Penulis: Prof. Jakob Sumardjo
Penerbit: Kelir
Tahun: 2013 Cet.2
Halaman: 70 Hal
 Rp. 23.600
Sinopsis:
Kebudayaan manusia peramu memang banyak ditentukan oleh ekologi alam lingkungannya dan ketergantungan mereka pada alam itu, tetapi keimanan mereka tentu bukan hasil budaya dunia tengah tritunggal manusia ini (tubuh-jiwa-rohani). Sejak manusia berada di bumi ini, struktur eksistensinya tak pernah berubah. Fungsi masing-masing bagiannya juga tidak berubah, karena semua ini kodrat, di luar kuasa manusia itu sendiri. Manusia berada sudah seperti itu, dan tidak dapat meminta yang lain, keimanan selalu muncul dari dunia dalam, dunia rohani manusia. Suatu dunia tak dikenal oleh kesadaran budaya, penuh energi, chaos, maha luas, penuh peradoks, tidak mengenal ruang dan waktu. Rangsanga-rangsangan pertanyaan dunia tengah (pikiran) terhadap masalah-masalah dunia luar (tubuh) dalam menghadapi alam, yang tak mampu dijawab oleh psike manusia, akhirnya dicari jawabannya di dunia dalam (rohani, ketidaksadaran kolektif manusia)
Isi Buku:
- Indonesia mencari dirinya
- Alam Pikiran Paradoks Indonesia
- Manusia, Tubuh, Budaya
- Manusia Peramu
- Tuhan Manusia Peramu
- Roh dan Tenaga Gaib Orang Peramu
- Dunia Peramu: Pembagian Dua
- Filsafat Hidup Kaum Peramu
- Dunia Simbol Orang Peramu
- Daftar Pustata
- Tentang Penulis

Bahasa Rupa


Judul: Bahasa Rupa
Penulis: Prof. Dr. Primadi Tabani
Penerbit: Kelir
Tahun: 2012
Halaman: 212 Hal
Harga: Rp.
 41.500 20% Rp. 33.200
Sinopsis:
Selama ini kita menilai gambar-gambar tua kita itu hanya produk pemikiran primitif alias jauh ketinggalan zaman. Dan akrena untuk apa dipelajari? Buang-buang waktu saja. Tetapi tiba-tiba Paul lee menggambarkan gunungan secara Amerika kontemporer. Dan konsepnya sama dengan gambar gunungan dalam wayang kulit kita. Mengapa Paul Klee tiba-tiba jadi Primitifdalam Kontemporer-nya? Inilah yang dipesankan oleh Primadi Tabrani dalam bukunya ini. Bahasa rupa masa silam ini dapat menjadi bahasa rupa modern sekarang dan masa depan.

Tapak-Tapak Cinta Ilahi

Judul Buku : Tapak-Tapak Cinta Ilahi
Penulis : Aisya Azzhara
Penerbit : Lentera
ISBN : 978.602.18077.12
Tahun :   Juli  2013
Halaman :  299
Harga : 53.000,-

Sinopsis :

Sebuah karya novel sastra yang memuat pesan moral dan spirit tentang perjalanan menggapai cinta , cinta pada Sang Maha, Pecinta yang tak pernah ingkar janji ..

Sabtu, 24 Agustus 2013

Budaya Populer sebagai Komunikasi

Judul : Budaya Populer sebagai Komunikasi 
Penulis : Idi Subandy Ibrahim
Cetakan : Kedua, Maret 2011
Ukuran : 15x23
Tebal : xxxviii + 420 hlm
ISBN : 979-3684-90-9

Deskripsi:
Apakah ‘budaya pop’ itu? Topik seriuskah? Buku ini meneliti pelbagai topik hangat (pornografi, erotisme); isu sosial (anak muda, anak-anak, pendidikan), gaya hidup dan identitas—semuanya dikaji dalam konteks Indonesia kontemporer lewat lensa ilmu-ilmu sosial.

Ideologi abad informasi memang telah mengejewantah menuju era baru untuk membangun dominasi lewat penguasaan saluran artikulasi bagi masyarakat modern. Prinsip kolonialisasi atau dominasi yang ditancapkan media begitu rapi namun bersifat degil. Media dengan wajah cantik dan indah, mampu tampil memikat setiap orang. Dalam globalisasi media terdapat koloniasasi kesadaran atau tirani kognitif. Dalam jangka waktu panjang, masyarakat akan merasakan luka kronis dalam rahim kebudayaan akibat dominasi atau hegemoni kesadaran tersebut.

Di abad digital ini, traditional media culture tengah mengalami transformasi ke dalam digital media culture dan visual media culture. Kebiasaan orang dewasa ini adalah nongkrong didepan televisi dan berselancar didepan internet. Sebagaimana disebut oleh Don Tapscott dalam Growing Up Digital, sebagai `generasi net` atau bahasa Brian Brooks: `generasi visual`. Maka ditengah kehidupan abad ke 21 yang penuh dengan teknologi, buku ini tepat dibaca dengan harapan masyarakat tidak panik dan mampu berlindung diri dari tekno-kapitalisme yang mencengkram menusuk budaya lokal secara perlahan.

"Buku ini membuktikan bahwa Indonesia memang tidak luput dari perkembangan global. Dari pandangan saya sebagai seorang Indonesianis, yang paling penting, dan menyenangkan, bahwa hampir semua esai dalam buku ini diwarnai dengan banyak case study atau contoh jitu dari konteks Indonesia. Gaya lokal Idi ini mengingatkan kita bahwa konteks Indonesia, dan teks-teks budaya Indonesia, bisa lebih membuka panda-ngan dunia Barat."
Dr. Marshall A. Clark School of International and Political Studies Deakin University, Australia.