Konfrimasi Pelayanan Terbaru +62 877-4787-7491

Tampilkan postingan dengan label Cultural Studies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cultural Studies. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

Redefinisi Subjek dalam Kebudayaan



Judul : Redefinisi Subjek dalam Kebudayaan
Penulis : Thomas Kristiatmo
Cetakan pertama : 2007
Tebal : 113 halaman
Ukuran : 15 x 21 cm
ISBN : 979-3684-74-7
Harga : 40.000
 Deskripsi:
SAAT ini kita sering mendengar berbagai klaim yang menyatakan matinya segala sesuatu: matinya ekonomi, matinya ideologi, matinya filsafat, matinya sastra, dan yang paling provokatif adalah klaim bahwa "Subjek sudah coati". Klaim tersebut bisa berbentuk otonomi `tulisan' (Derrida, Barthes), atau kepentingan berbagai 'struktur kekuasaan' (Foucault), maupun 'tubuh tanpa organ' (Deleuze & Guattari). Wacana-wacana semacam ini kemudian berkembang dalam berbagai kerumitan abstraksinya.
Dalam situasi seperti itu, tampillah Slavoj Zizek yang malah membetot kembali segala wacana rumit tersebut kembali ke kehidupan nyata sehari-hari. Zizek berbicara ihwal 'subjek' Berta mendudukannya kembali sebagai sentral. lbarat senjata makan tuan, Zizek melakukan pembalikan tersebut justru dengan menggunakan pemikiran yang telah menyebabkan kematian subjek itu sendiri, yaitu tradisi Strukturalisme.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Ternyata Syekh Siti Jenar Tdk Dieksekusi Wali Songo


Judul buku : Ternyata Syekh Siti Jenar Tdk Dieksekusi Wali Songo
Pengarang : KH. M.Sholikhin 
Tahun :2011
Harga : 62.000
ISBN : 978-979-075-839-1

ontroversi mengenai Syekh Siti Jenar dari perspektif sejarah, memang wajar terjadi, bila dilihat dari posisi sosial-politik pada zamannya, posisi kewaliannya, serta keberagamaannya. Sebab, keterbukaan pemikirannya, beragamnya peran dalam satu pribadi, kemampuannya menyatukan bermacam perspektif dan sudut pandang keagamaan Syekh Siti Jenar yang futuristik, menyebabkan ia berada di titik luar mainstream agama dan politik pada masanya, hingga jauh menembus dan mencapai lompatan sejarah ke depan.

Buku ini memaparkan Syekh Siti Jenar merupakan mistikus Islam besar di Indonesia (Jawa) yang sebenarnya memiliki gagasan-gagasan spiritual mendalam. Ia banyak dipuja, sekaligus dicerca. Namun, semua itu justru semakin mengokohkannya sebagai tokoh makrifat yang mantap. Dewasa ini, baik kajian, penelitian, dan penulisan mengenai ajaran-ajarannya tampak semakin banyak dilakukan orang, dengan demikian, pandangan yang objektif tentu sangat diperlukan. Terkait objektivitas ini, perlu dipelajari dan ditelaah ajarannya secara langsung, yang dirujuk pada perkataan, ajaran, dan pengalaman Syekh Siti Jenar sendiri, serta beberapa hal yang dikemukakan oleh muridnya pada generasi pertama.

Buku ini hadir sebagai koreksi atas berbagai penulisan “Serat” dan “Babad” Jawa dalam penulisan Sejarah Syekh Siti Jenar. Di dalamnya terdapat paparan bahwa tuduhan kepada Syekh Siti Jenar yang menyebarkan aliran sesat tidaklah benar, dan juga bahwa Syekh Siti Jenar tidak mati karena vonis hukuman mati oleh Wali Songo karena ajarannya dianggap sesat, melainkan ia wafat dalam keadaan yang tenang.






Gambar tantangan reCAPTCHA
Dapatkan kata pengujian baru
Dapatkan kata pengujian berbentuk audio
Bantuan

Komentar Anda:

Belum ada komentar untuk produk ini.
Login untu

Sabtu, 24 Agustus 2013

Budaya Populer sebagai Komunikasi

Judul : Budaya Populer sebagai Komunikasi 
Penulis : Idi Subandy Ibrahim
Cetakan : Kedua, Maret 2011
Ukuran : 15x23
Tebal : xxxviii + 420 hlm
ISBN : 979-3684-90-9

Deskripsi:
Apakah ‘budaya pop’ itu? Topik seriuskah? Buku ini meneliti pelbagai topik hangat (pornografi, erotisme); isu sosial (anak muda, anak-anak, pendidikan), gaya hidup dan identitas—semuanya dikaji dalam konteks Indonesia kontemporer lewat lensa ilmu-ilmu sosial.

Ideologi abad informasi memang telah mengejewantah menuju era baru untuk membangun dominasi lewat penguasaan saluran artikulasi bagi masyarakat modern. Prinsip kolonialisasi atau dominasi yang ditancapkan media begitu rapi namun bersifat degil. Media dengan wajah cantik dan indah, mampu tampil memikat setiap orang. Dalam globalisasi media terdapat koloniasasi kesadaran atau tirani kognitif. Dalam jangka waktu panjang, masyarakat akan merasakan luka kronis dalam rahim kebudayaan akibat dominasi atau hegemoni kesadaran tersebut.

Di abad digital ini, traditional media culture tengah mengalami transformasi ke dalam digital media culture dan visual media culture. Kebiasaan orang dewasa ini adalah nongkrong didepan televisi dan berselancar didepan internet. Sebagaimana disebut oleh Don Tapscott dalam Growing Up Digital, sebagai `generasi net` atau bahasa Brian Brooks: `generasi visual`. Maka ditengah kehidupan abad ke 21 yang penuh dengan teknologi, buku ini tepat dibaca dengan harapan masyarakat tidak panik dan mampu berlindung diri dari tekno-kapitalisme yang mencengkram menusuk budaya lokal secara perlahan.

"Buku ini membuktikan bahwa Indonesia memang tidak luput dari perkembangan global. Dari pandangan saya sebagai seorang Indonesianis, yang paling penting, dan menyenangkan, bahwa hampir semua esai dalam buku ini diwarnai dengan banyak case study atau contoh jitu dari konteks Indonesia. Gaya lokal Idi ini mengingatkan kita bahwa konteks Indonesia, dan teks-teks budaya Indonesia, bisa lebih membuka panda-ngan dunia Barat."
Dr. Marshall A. Clark School of International and Political Studies Deakin University, Australia.

Kamis, 15 Agustus 2013

Menggeledah Hasrat

Judul : Menggeledah Hasrat
Penulis : Alfathri Adlin (ed.)
Tebal : 468 halaman
Ukuran : 15 x 21 cm
ISBN : 979-3684-50-X
Harga : 80.000
 
Deksripsi:
Dalam buku ini pembaca akan menemukan pembahasan tentang hasrat mulai dari perspektif Timur, Yunani kuno, modern hingga postmodern; mulai dari uraian para nabi agama Timur, Plato dan Socrates, Freud, Lacan, Deleuze & Guattari, hingga feminis Kristeva, Irigaray dan Creed. Inilah buku antologi pertama di Indonesia yang membahas tentang hasrat dari pelbagai perspektif dan pendekatan.

Senin, 12 Agustus 2013

Memahai Perkembangan Hubungan Intrnasional

Memahami Perkembangan Studi Hubungan Internasional
Judul: Memahami Perkembangan Studi Hubungan Internasional
Penulis: Iva Rachmawati
Penerbit: Aswaja Pressindo
Tahun: 2012
Halaman: 242 Hal
Harga Rp. 47.000,-
Sinopsis:
Studi Hubungan Internasional terus mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama pasca perang dingin berakhir. Semakin luasnya isu dalam hubungan antar negara dan semakin kompleksnya hubungan yang dijalin antar negara menyumbangkan sejumlah pekerjaan tersendiri bagi mereka penstudi hubungan internasional. Buku ini ditulis untuk memberikan sedikit sumbangan bagi mereka yang tertarik untuk memahami perkemabangan teori dalam hubungan internasional.