Showing posts with label budaya dan politik. Show all posts
Showing posts with label budaya dan politik. Show all posts

Friday, April 25, 2014

Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung

Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung
Oleh : Sebastiaan Pompe
Studi ini menempuh jalan panjang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan paling mendasar tentang kegagalan sebuah system peradilan bukan Cuma Mahkamah Agung- dan segala konsekuensinya. Karya ini sangat boleh jadi akan menjadi bacaan klasik atau, paling tidak, bacaan esensial bagi siapa saja yang berminat dengan sejarah Indonesia modern,kompleksitas distorsi dan kegagalan kelembagaan, dan studi komperatif badan-badan peradilan. Sekaligus ini adalah sejarah luar biasa mendalam tentang Mahklamah Agung dan upaya amat besar untuk mencari sebab-sebab kemerosotannya menuju korupsi dan ketergantungan, yang tak pelak melibatkan seluruh system peradilan sipil-dan tanpa banyak perlawanan. Bukan itu saja, dalam analisis Pompe kita bisa mulai memahami mengapa reformasi hukum berjalan sedemikian a lot sejak 1998, bahkan kita bisa mengamati beberapa implikasi bagi strategi-strategi rasional reformasi itu.
Tak lama setelah disertasi orisinal penulis disampaikan di Fakultas Hukum Universitas Leiden dan beberapa salinan sampai ke Indonesia, temuan-temuan tentang kesalahan Mahkamah Agung mengegerkan berbagai kelompok kepentingan di Jakarta. Setelah direvisi untuk keperluan penerbitan, studi sejarah hukum dan politik Indonesia dan beberapa diskusi penting tentang bagaimana, dan apa konsekuensinya, Negara Indonesia berubah selama lima puluh tahun terakhir.
(Daniel S Lev)
ISBN :  978-979-97057-3-0
Dimensi :  16x24 cm
Jenis Cover :  soft cover
Jenis Kertas :  Book Paper
Harga : 188.000,-

Saturday, December 7, 2013

Stereotip Etnis dalam Masyarakat Multietnis

Judul: Stereotip Etnis dalam Masyarakat Multietnis
Penulis: Prof. Dr. Suwarsih Warnean
Penerbit: Mata Bangsa, 2002
Tebal: 452 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 100.000 (blm ongkir)
Negera kita Indonesia ini memiliki keragaman etnis yang luar biasa yang tersebar di berbagai tempat di bumi Nusantara tercinta ini. Lebih dari 205 golongan etnis yang tersebar di sekitar 14.000 pulau di wilayah negeri Indonesia ini. Kenyataan itu memang menjadi sebuah kekayaan budaya yang tiada taranya yang menghasilkan hasil karya seni dan budaya yang luar biasa. Namun di lain pihak juga pengelola negeri ini harus pandai-pandai menjaga kerukuanannya satu dengan yang lain karena perbedaan tersebut. Untungnya sampai saat suku-suku yang ada di negeri ini bisa saling menerima dan bahkan bercampur baur satu dengan lainnya. Namun dalam kehidupan masyarakat multietnik seperti negeri kita ini juga sering memunculkan apa yang disebut sebagai stereotip terhadap sebuah suku tertentu.

Thursday, November 28, 2013

Filsafat Politik

Pengantar Filsafat Politik
Judul: Pengantar Filsafat Politik
Penulis: Jonathan Wolff
Penerbit: Nusa Media
Tahun: 2013
Halaman: 348 Hal
Harga: Rp. 55.000
Sinopsis:
Saat ini kita hidup dalam sebuah dunia yang dipenuhi beragam institusi politik: pemerintah pusat, pemerintah daerah, polisi,  pengadilan, dll. Buku ini mengangkat dan mendiskusikan berbagai persoalan utama dalam filsafat politik sebagaimana dikemukakan di atas, dan menguji jawaban-jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf dan aliran-aliran filsafat berpengaruh sejak zaman Yunani Kuno hingga sekarang, seperti: Plato, Aristoteles, Hobbes, Locke, Rousseau, Hegel, Marx, Rawls, Nozick, Mill, Anarkisme, Liberalisme, Individualisme, Utilitarianisme, Marxisme, dan Feminisme.

Friday, November 22, 2013

Petaka Politik Pangan

Judul          : Petaka Politik Pangan
                      Konfigurasi Kebijakan Pangan yang Tak Memihak Rakyat
Author        : Zacky Naufal, G Dwi Yoga, Luthfi J. Kurniawan
Tebal          : 152 hal
Penerbit      : Intrans Publishing
Tahun        : 2010
ISBN          : 978-979-3580-44-9
Harga           : Rp. 32.400,-

Pangan merupakan sesuatu yang mutlak dibutuhkan oleh siapapun. Sebagai kebutuhan dasar tentunya diperlukan adanya keterlibatan Negara untuk menjamin dan memproteksi akan kebutuhan pangan rakyatnya sebagai kebutuhan dasar. Pertarungan antara petani (rakyat), pasar dan negara dalam pengelolaan pangan saat ini tak terelakkan lagi. Dan ironinya rakyat selalu berada dalam posisi yang ”kalah” sementara negara seolah tak berdaya dalam menghadapi kuatnya keinginan pasar, baik domistik lebih lagi pasar internasional. Pangan dijadikan komoditas bukan lagi sinyalemen namun faktanya memang demikian yaitu pangan menjadi sebatas barang yang ditransaksikan bahkan pangan selalu berada dalam kuasa modal dan negara hanya menjadi instrumen dari kepentingan modal. Ancaman kekurang pangan adalah ancaman yang sangat serius bagi sebuah negara. Jika negara tidak mampu mengelola, melindungi dan memenuhinya niscaya akan terjadi malapetaka. Kenapa? Karena di dalam perut itu ada kelaparan yang mudah marah. Jika amarah dari perut itu meledak, negara ini sungguh berada dalam keadaan yang amat bahaya.